PENGARUH BARRIER 5G DAN
INSEKTISIDA PEMBANDING YANG LAIN TERHADAP
PERTUMBUHAN VEGETATIF, PRODUKSI
DAN SERANGAN
PUTUT UTORO
PENDAHULUAN
Padi merupakan salah satu penghasil makanan pokok dan komoditas penting bagi rakyat
Penggerek batang termasuk
Keempat jenis penggerek batang padi ini menimbulkan gejala kerusakan yang sama karena cara hidupnya sama. Liang-liang gerek larva dapat memutuskan transpor air dan unsur hara dari akar sehingga dapat melemahkan tanaman padi.
Kerusakan yang timbul tergantung fase pertumbuhan tanaman. Jika pada fase vegetatif maka daun tengah atau pucuk mati karena titik tumbuh dimakan. Pucuk yang mati akan berwarna coklat dan mudah dicabut. Gejala ini disebut sundep. Jika fase generatif terserang, maka malai akan mati karena pangkalmya dikerat oleh larva. Malai tetap tegak, berwarna putih abu-abu dan bulirnya hampa. Malai mudah dicabut dan ada bekas gigitan larva. Gajala ini disebut beluk.
Untuk mengendalikan hama ini telah beredar berbagai jenis pestisida di pasaran. Ada yang diaplikasikan dengan cara ditabur maupun disemprot. Percobaan ini menggunakan beberapa jenis insektisida yang diaplikasikan dengan cara ditabur maupun disemprotkan ke tanaman.
TUJUAN
Penelitian ini bertujuan untuk :
- Mengetahui pengaruh aplikasi barrier 5G dan insektisida lainnya terhadap pertumbuhan vegetatif padi
- Mengetahui pengaruh aplikasi barrier 5G dan insektisida lainnya terhadap produksi padi
- Mengetahui pengaruh aplikasi barrier 5G dan insektisida lainnya terhadap persentase serangan hama padi
HIPOTESIS
- Terdapat pengaruh aplikasi barrier dan insektisida lainnya terhadap pertumbuhan vegetatif padi
- Perlakuan barrier 5G dan insektisida lainnya berpengaruh terhadap produksi padi
- Ada pengaruh aplikasi barrier 5G dan insektisida lainnya terhadap serangan hama padi
BAHAN DAN METODE
Waktu dan Tempat
Percobaan dilakukan mulai tanggal 3 April s/d 15 Juni 2007. Lokasi sawah yang digunakan milik Bp Carto, Ds Kebunan, Kec Pemalang, Kab. Pemalang
Bahan dan Alat
Percobaan ini menggunakan padi var. sri putih di lahan milik Bp Carto, Ds. Kebunan, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang. Bahan lain yang digunakan yaitu Barrier 5G, Furadan 3G, Spontan 400 SL dan Padan 50WP.
Alat yang digunakan antara lain meteran, Knapsack Sprayer 14 L, gelas ukur, timbangan
Metode
Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan sebagai berikut :
| | Dosis bahan aktif (g/ha) | Dosis produk (g/ha) | Jumlah aplikasi | Waktu aplikasi |
| Barrier 5G | 500 | 10000 | 2x | 14 & 42 DAT |
| Barrier 5G | 750 | 15000 | 2x | 14 & 42 DAT |
| Barrier 5G | 1000 | 20000 | 2x | 14 & 42 DAT |
| Furadan | | 17000 | 2x | 14 & 42 DAT |
| Furadan | | 20000 | 2x | 14 & 42 DAT |
| Spontan 400SL | 200 | 500 | 4x | 14, 28, 42 & 56 |
| Cartap SP | 100 | 500 | 4x | 14, 28, 42 & 56 |
| Kontrol | | | | |
Pengamatan dilakukan terhadap tinggi dan jumlah anakan pada 13, 27, 43 dan 55 DAT. Sedangkan pengamatan terhadap serangan hama (penggerek batang, hama putih palsu, lalat daun dan ganjur) dilakukan pada 11, 21, 28, 35, 41, 49, 56, 63 DAT. Pengamatan dilakukan terhadap 21 tanaman contoh yang ditentukan secara sistematis. Denah rumpun yang diamati disajikan pada Denah 2. Pengamatan terhadap bobot gabah per petak dilakukan saat panen.
1 comment:
Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the GPS, I hope you enjoy. The address is http://gps-brasil.blogspot.com. A hug.
Post a Comment