18.10.07

PENGARUH BARRIER 5G DAN

INSEKTISIDA PEMBANDING YANG LAIN TERHADAP

PERTUMBUHAN VEGETATIF, PRODUKSI

DAN SERANGAN HAMA PADI (Oriza sativa)

oleh

PUTUT UTORO



PENDAHULUAN

Padi merupakan salah satu penghasil makanan pokok dan komoditas penting bagi rakyat Indonesia. Oleh karena itu setiap faktor yang mempengaruhi produktifitasmya penting untuk diperhatikan. Dalam budidayanya, tanaman ini menghadapi beberapa kendala antara lain serangan hama dan penyakit. Hama yang menyerang tanaman padi antara lain lalat daun, ganjur, hama putih palsu dan penggerek batang.

Penggerek batang termasuk hama utama tanaman padi. Terdapat 4 spesies penggerek batang padi yaitu penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas), penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata), penggerek batang padi bergaris (Chilo supressalis), penggerek batang padi merah jambu (Sesamia inferens).

Keempat jenis penggerek batang padi ini menimbulkan gejala kerusakan yang sama karena cara hidupnya sama. Liang-liang gerek larva dapat memutuskan transpor air dan unsur hara dari akar sehingga dapat melemahkan tanaman padi.

Kerusakan yang timbul tergantung fase pertumbuhan tanaman. Jika pada fase vegetatif maka daun tengah atau pucuk mati karena titik tumbuh dimakan. Pucuk yang mati akan berwarna coklat dan mudah dicabut. Gejala ini disebut sundep. Jika fase generatif terserang, maka malai akan mati karena pangkalmya dikerat oleh larva. Malai tetap tegak, berwarna putih abu-abu dan bulirnya hampa. Malai mudah dicabut dan ada bekas gigitan larva. Gajala ini disebut beluk.

Untuk mengendalikan hama ini telah beredar berbagai jenis pestisida di pasaran. Ada yang diaplikasikan dengan cara ditabur maupun disemprot. Percobaan ini menggunakan beberapa jenis insektisida yang diaplikasikan dengan cara ditabur maupun disemprotkan ke tanaman.


TUJUAN

Penelitian ini bertujuan untuk :

  1. Mengetahui pengaruh aplikasi barrier 5G dan insektisida lainnya terhadap pertumbuhan vegetatif padi
  2. Mengetahui pengaruh aplikasi barrier 5G dan insektisida lainnya terhadap produksi padi
  3. Mengetahui pengaruh aplikasi barrier 5G dan insektisida lainnya terhadap persentase serangan hama padi

HIPOTESIS

  1. Terdapat pengaruh aplikasi barrier dan insektisida lainnya terhadap pertumbuhan vegetatif padi
  2. Perlakuan barrier 5G dan insektisida lainnya berpengaruh terhadap produksi padi
  3. Ada pengaruh aplikasi barrier 5G dan insektisida lainnya terhadap serangan hama padi

BAHAN DAN METODE

Waktu dan Tempat

Percobaan dilakukan mulai tanggal 3 April s/d 15 Juni 2007. Lokasi sawah yang digunakan milik Bp Carto, Ds Kebunan, Kec Pemalang, Kab. Pemalang

Bahan dan Alat

Percobaan ini menggunakan padi var. sri putih di lahan milik Bp Carto, Ds. Kebunan, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang. Bahan lain yang digunakan yaitu Barrier 5G, Furadan 3G, Spontan 400 SL dan Padan 50WP.

Alat yang digunakan antara lain meteran, Knapsack Sprayer 14 L, gelas ukur, timbangan

Metode

Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan sebagai berikut :

Dosis bahan aktif (g/ha)

Dosis produk

(g/ha)

Jumlah

aplikasi

Waktu aplikasi

Barrier 5G

500

10000

2x

14 & 42 DAT

Barrier 5G

750

15000

2x

14 & 42 DAT

Barrier 5G

1000

20000

2x

14 & 42 DAT

Furadan

17000

2x

14 & 42 DAT

Furadan

20000

2x

14 & 42 DAT

Spontan 400SL

200

500

4x

14, 28, 42 & 56

Cartap SP

100

500

4x

14, 28, 42 & 56

Kontrol

Pengamatan dilakukan terhadap tinggi dan jumlah anakan pada 13, 27, 43 dan 55 DAT. Sedangkan pengamatan terhadap serangan hama (penggerek batang, hama putih palsu, lalat daun dan ganjur) dilakukan pada 11, 21, 28, 35, 41, 49, 56, 63 DAT. Pengamatan dilakukan terhadap 21 tanaman contoh yang ditentukan secara sistematis. Denah rumpun yang diamati disajikan pada Denah 2. Pengamatan terhadap bobot gabah per petak dilakukan saat panen.

Grafik 1. Persentase Serangan Penggerek Batang Padi

Serangan penggerek batang baru muncul pada 35 DAT. Hasil pengamatan persentase serangan penggerek batang disajikan pada Tabel 6 dan Grafik 1. Dari Grafik 1, tampak bahwa perlakuan barrier dan furadan dapat menekan persentase serangan penggerek batang padi. Pada 49 DAT, persentase serangan penggerek batang yang diberi perlakuan furadan 17 kg/ha hanya 7,72% setara dengan perlakuan barrier 10 kg/ha. Demikian juga dengan pengamatan 56 DAT, persentase serangan penggerek batang pada perlakuan furadan 17 kg/ha mencapai 9,43% hampir sama dengan perlakuan barrier 10 kg/ha.

Grafk 2. Hasil Panen Per Petak (kg)
Hasil panen per petak dari 3 kelompok dan 8 perlakuan disajikan pada Grafik 2. Perlakuan Barrier pada dosis 15 kg/ha dan 20 kg/ha memberikan bobot gabah rata-rata tertinggi diikuti Barrier 10 kg/ha. Berikutnya diikuti Furadan 20 kg/ha dan Spontan 500 ml/ha. Selanjutnya baru Cartab SP, Furadan 17 kg/ha dan Kontrol paling rendah.

KESIMPULAN

Barrier 5G pada dosis 10 kg/ha mulai mampu mengendalikan penggerek batang padi. Kemampuan Barrier 5G 10 kg/ha dalam mengendalikan penggerek batang padi setara dengan Furadan 3G 17 kg/ha.



10.10.07

JUDUL : PENGARUH PERLAKUAN BEBERAPA INSEKTISIDA
TERHADAP ULAT KEMBANG KEMPEL
PADA TANAMAN KACANG HIJAU

TUJUAN : MENGETAHUI PENGARUH PERLAKUAN
BEBERAPA INSEKTISIDA TERHADAP
ULAT KEMBANG KEMPEL
PADA TANAMAN KACANG HIJAU

PRODUK : PADAN, SPONTAN, ATABRON

LOKASI : DEMPET,DEMAK

PERLAKUAN :
S1 : 2ml/L SPONTAN 2x SEMINGGU
A1 : 0.5ml/L ATABRON 2x SEMINGGU
P1 : 1g/L PADAN 2x SEMINGGU
K : TANPA INSEKTISIDA

HASIL

PERLAKUAN INSEKTISIDA MENEKAN SERANGAN
ULAT KEMBANG KEMPEL PADA 35 DAN 53 HST

SELISIH PERSENTASE SERANGAN ANTARA KONTROL
DG YG DISEMPROT INSEKTISIDA LEBIH BESAR
PADA 53 HST DARIPADA 35 HST

PERLAKUAN YG MEMBERIKAN PERSENTASE SERANGAN
KEMBANG KEMPEL TERENDAH SAMPAI TERTINGGI
BERTURUT-TURUT 0.5ml/L ATABRON 2x SEMINGGU (A1),
1g/l PADAN 2x SEMINGGU (P1),
2ml/L SPONTAN 2x SEMINGGU (S1),
DAN KONTROL (K)
JUDUL : PENGARUH PERLAKUAN PUANMUR
DAN N BALANCER TERHADAP
PRODUKSI BAWANG MERAH
TUJUAN : MENGETAHUI PENGARUH PERLAKUAN
PUANMUR DAN N-BALANCER TERHADAP
PRODUKSI BAWANG MERAH
PRODUK : N BALANCER DAN PUANMUR
LOKASI : SISALAM, WANASARI, BREBES

PERLAKUAN :
P2 : 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
2x SEMINGGU DAN SEMPROT SEBELUM TANAM

P1 : 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
1x SEMINGGU BERGANTIAN DENGAN
2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU

P1B1 : 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
1x SEMINGGU BERGANTIAN DENGAN
2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU,
2ml/L NBALANCER 3x APLIKASI

P0 : 2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU

K : TANPA FUNGISIDA

HASIL

PERLAKUAN 2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU (P0)
MENAIKKAN BOBOT BAWANG 1.6 KG
DIBANDING KONTROL.

PERLAKUAN 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
1x SEMINGGU BERGANTIAN DENGAN 2g/l MANKOZEP
2x SEMINGGU (P1) MENAIKKAN BOBOT BAWANG 0.4 KG
DIBANDING 2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU (P0)

PERLAKUAN 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
2x SEMINGGU DAN SEMPROT SEBELUM TANAM
MENAIKKAN BOBOT BAWANG 0.3 KG
DIBANDING 2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU (P0)

PENAMBAHAN 2ml/L NBALANCER 3x APLIKASI (P1B1)
MENAIKKAN BOBOT BAWANG 0.9 KG DIBANDING
TANPA N-BALANCER (P1
K : TANPA FUNGISIDA
P0 : 2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU
P1B1 : 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
1x SEMINGGU BERGANTIAN DENGAN
2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU,
2ml/L NBALANCER 3x APLIKASI
P1 : 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
1x SEMINGGU BERGANTIAN DENGAN
2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU
P2 : 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
2x SEMINGGU DAN SEMPROT SEBELUM TANAM



JUDUL : PENGARUH PERLAKUAN PUANMUR
DAN N BALANCER TERHADAP
PRODUKSI BAWANG MERAH
TUJUAN : MENGETAHUI PENGARUH PERLAKUAN
PUANMUR DAN N-BALANCER TERHADAP
PRODUKSI BAWANG MERAH
PRODUK : N BALANCER DAN PUANMUR
LOKASI : SISALAM, WANASARI, BREBES

PERLAKUAN :
P2 : 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
2x SEMINGGU DAN SEMPROT SEBELUM TANAM
P1 : 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
1x SEMINGGU BERGANTIAN DENGAN
2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU
P1B1 : 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
1x SEMINGGU BERGANTIAN DENGAN
2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU,
2ml/L NBALANCER 3x APLIKASI
P0 : 2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU
K : TANPA FUNGISIDA

HASIL
PERLAKUAN 2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU (P0)
MENAIKKAN BOBOT BAWANG 1.6 KG
DIBANDING KONTROL.
PERLAKUAN 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
1x SEMINGGU BERGANTIAN DENGAN 2g/l MANKOZEP
2x SEMINGGU (P1) MENAIKKAN BOBOT BAWANG 0.4 KG
DIBANDING 2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU (P0)
PERLAKUAN 2g/l MANKOZEP + 0.25g/L PUANMUR
2x SEMINGGU DAN SEMPROT SEBELUM TANAM
MENAIKKAN BOBOT BAWANG 0.3 KG
DIBANDING 2g/l MANKOZEP 2x SEMINGGU (P0)
PENAMBAHAN 2ml/L NBALANCER 3x APLIKASI (P1B1)
MENAIKKAN BOBOT BAWANG 0.9 KG DIBANDING
TANPA N-BALANCER (P1)


Indonesian girls models beauty gallery pretty nice pure face clear free cute sexy actrees celebrity langerie fashion miss woman bikini female natural art